Syarat & Hukum Aqad Nikah

MediaMuslim.Info – Pada halaman ini, kita akan coba memahami mengenai syarat-syarat syar’i yang harus dipenuhi untuk syahnya nikah serta hukum-hukum syar’i yang timbul darinya. Sesungguhnya aqad nikah itu suatu ungkapan dari ‘ijab’ dan ‘qobul‘, yang memulai aqad disebut ‘al-mujib’ dan pihak yang lain disebut ‘qabil’. Dan mungkin adanya ‘ijab’ dari laki-laki atau wakilnya, dan bisa jadi dari wanita atau wakilnya, demikian pula ‘qobul’.

Dan lafadh yang shohih untuk ‘aqad nikah’ yang tidak ada khilaf padanya adalah: (… ‘zawwajtuka… ‘(saya kawinkan engkau…), atau (….`ankahtuka …’ (Aku nikahkan engkau…). Ketika seorang wanita berkata “Kukawinkan diriku ….” atau berkata wakilnya “Kukawinkan engkau…”, maka telah terwujud ‘ijab dari satu sisi. Bila di sisi lain telah berkata: ‘Qobiltu’ (aku terima), maka telah terjadilah ‘aqad nikah’, bila telah terpenuhi syarat-syaratnya. Syarat-Syarat Aqad Nikah yaitu:

  • Tatkala ijab qobul disebutkan ‘maharnya’, baik kontan atau pun hutang. Dan disebutkan syarat lain jika ada, seperti dijadikannya kekuasaan atau perlindungan di tangan isteri sehingga dia bisa menentukan kapan cerainya, atau sampai batas waktu tertentu dengan perceraian sekali yang ba’in (selamanya).

  • Dan syarat nikah yang terpenting adalah hadirnya dua saksi yang merdeka, baligh, berakal, muslim, untuk pernikahan muslim dan muslimat, yang mendengar ucapan aqad nikah, dan faham bahwa itu aqad nikah dan syah jika dua saksi itu dari kerabat suami istri, seperti bapak atau saudara laki-laki atau anaknya.

Hukum-Hukum Aqad Nikah

Sesungguhnya aqad nikah merupakan ikatan yang kokoh dan kuat, karena masing-masing suami isteri terikat dengan ikatan ini dengan haq-haqnya, dan jadilah suami bertanggung jawab kepada isterinya dengan menjaga sebagian syarat-syarat yang tidak diterangkan disini. Dan hukum yang terpenting dari ikatan ini adalah:

  • Tetapnya pernikahan diantara dua orang yang berakal dan mengenai keduanya hukum-hukum pernikahan,dan halal bersenang-senang satu sama lainnya, dan jadilah haram ibu dari isterinya, dan tetaplah waris dari kedua belah pihak (suami isteri).

  • Wajib bagi suami dengan sekedar aqad nikah yaitu memberi ‘mahar’ baik kontan maupun hutang
    dan memberi nafkah dengan segala macamnya, yaitu: makanan, pakaian, tempat tinggal, dll, kepada wanita yang dinikahi.

  • Yang harus dilakukan suami atas isterinya :

    1. Ditetapkan bagi suami harus mendidik si isteri dengan cara yang baik, karena suami tersebut adalah pemimpin atas isterinya.

    2. Isteri wajib mentaatinya dalam hal-hal yang mubah dan memelihara kehormatannya dan wajib tinggal di rumah dan tidak keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya atau karena keadaan darurat.

    3. Bagi isteri tidak boleh menghalangi hak suami untuk bersenang-senang dengannya kecuali karena udzur seperti haidh.

(Sumber Rujukan: Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah)

4 Tanggapan to “Syarat & Hukum Aqad Nikah”

  1. sri Says:

    thanks 4 u’r info

  2. abdullah Says:

    mau tanya, bagaimana caranya akad nikah jika si laki-laki tidak bisa bicara ( bisu ) ?

  3. muchson Says:

    aduh ustadz! bukannya penyebutan mahar hukumnya hanya sunah. dus bukan termasuk syarat akad nikah. mahar memang pemberian wajib seorang laki-laki pd istrinya, bisa tunai ato hutang. bisa musamma ato mitsil. tp penyebutan hanya sunah. lht kitab fiqh di pesantren kita dari yg kecil macam fathul qorib ampe yg gede kaya i’anatut tholibin dah bhs itu….

  4. dadang kurniawansyah Says:

    apakah sah kalau seorang bapak yang tidak pernah melakukan shalat menikahkan anak perempuannya…???? tolong di balas terimakasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: