MediaMuslim.Info – Dalam beberapa kasus terjadi seorang suami mendapati istrinya sudah tidak perawan lagi ketika dinikahi. Kehilangan keperawanan bukanlah selalu disebabkan oleh sebuah hubungan sex tetapi bisa juga disebabkan oleh hal-hal lain seperti karena terjatuh , berolah raga atau yang lainnya. Selain itu juga ada beberapa kasus selaput dara seorang gadis tidak mudah robek. Islam menjaga kehormatan seorang manusia karena itulah islam melarang seseorang menuduh zina tanpa kesaksian dari empat orang yang melihat sendiri kejadian itu seperti termuat dalam Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 4).Dan walaupun penyebab hilangnya keperawanan itu disebabkan oleh perbuatan zina yang dilakukan sang istri sebelumnya, seorang suami dilarang menyebarkan aib tersebut karena islam memerintahkan umatnya untuk tidak menyebarkan aib sesama muslim. Dan sudah ketetapan Alloh lah yang mempertemukan mereka dan sesungguhnya pintu taubat Alloh Subhanallohu wa Ta’ala itu sangatlah terbuka lebar.
Alloh Subhanallohu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan pekerjaan yang keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Alloh , lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa yang dapat mengampuni mereka selain daripada Alloh ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu , sedangkan mereka mengetahui”. (QS. Ali Imran: 135).
“Kecuali orang-orang yang bertobat sesudah itu dan memperbaiki ( dirinya ) maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An Nuur: 5)
Sehingga sangatlah mungkin bahwa Alloh menerima tobatnya dan mensucikannya dengan jalan pernikahan dengan seorang pria baik. Dan suatu berkah sekaligus ujian bagi sang suami untuk tetap melindungi bahkan membimbing istrinya dalam pernikahan yang penuh barakah dari Alloh Subhanallohu wa Ta’ala.
Akan tetapi seorang muslim atau muslimah yang menjaga kehormatannya, oleh sejumlah Imam mazhab diharamkan untuk menikah dengan pelacur baik laki-laki maupun perempuan, para hidung belang, maupun para pezina yang tidak mau bertobat malahan tenggelam dalam perzinahannya bahkan membanggakan perbuatannya itu. Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan wanita yang berzina atau perempuan yang musyrik , dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin” (QS. An Nuur: 3 )
“Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang kej , dan laki-laki yang keji adalah buat wanita yang keji dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu).Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia” (QS. An Nuur: 26)
Dan bagi laki-laki maupun perempuan yang berzina tetapi akhirnya menyesali perbuatannya itu kemudian bertobat dan memohon ampunan pada Alloh maka sesungguhnya pintu ampunan itu akan selalu terbuka. Wallahu ‘Alam
Sumber: www.mediamuslim.info

22 November 2006 pukul 7:38 pm
kebanyakan, dalam adat masyarakat timur, keperawanan merupakan hal yang sangat sakral. namun apa lacur jika memang ke-tidakperawan-an tersebut dikarenakan kejadian lain, bukan akibat berzina atau istilahnya kecelakaan. menurut saya,terima dia apa adanya. tapi jika memang dikarenakan akibat berzina, sebaiknya tidak perlu diungkit lagi. semua orang punya masa lalu. mungkin saja dia sedang dalam proses menuju tobat. peran suami sangatlah mendukung dalam hal ini. mohon koreksinya jika salah.
regards….
26 September 2009 pukul 12:19 am
Thanks bwt informasi dan ajaran menuju kesetiaan akan istri tercinta…biarlah dlm menempu kehidupan berumah tngga slalu ada kesetiaan tanpa memandang masa lalu dri tiap pribdai
17 Oktober 2009 pukul 2:01 am
bagi perempuan yang suda tak perawan lagi pesan dari sya jgn putus asa.apa bilah mau menika cobalah untuk jujur pada c suaminya.klu c suami mu benar benar mencintai mu dia bisa menerima mu apa adanya.sbb kesucian hanya di nikmati 1 mlm dan kebaikan istri bisa untuk selamanya.
11 Desember 2006 pukul 9:48 am
tersentuh hati saya membaca artikel ini, karna saya pernah melakukan perbuatan terkutuk itu sama mantan pacar saya, dengan iming2 bakal dinikahi, dan alhamdullilah sekarang saya berada dalam hidayah Allah swt, dan dalam pikiran saya saat ini ingin sekali menikah, tp apa ada yg mau menerima diri saya ini tanpa keperawanan lagi, dan saya sangat-sangat menyesal akan masa lalu saya yg pahit dulu…
..masa lalu yg hitam… sampe saat ini blom bisa saya melupakannya.. berilah hamba selalu hidayahmu ya Allah..”amin”
18 Desember 2006 pukul 5:47 am
Alloh sangatlah Pemberi Maaf dan Maha Penyayang. Yakinlah bahwa Alloh akan membantu hambanya yang sungguh-sungguh bertobat dan memuliakan hambanya yang bertobat tersebut di sisinya. Wallahu A’lam
24 Januari 2008 pukul 4:44 pm
Alloh akan memaafkan semua hambanya yg byk berlumur dosa, apabila kita pernah berbuat salah maka bertaubatlah, apabila blm diberikan jodoh bersabarlah,blm tentu jodoh itu akan membuat kita masuk ke dalam surga.
15 Maret 2008 pukul 1:16 am
mencoba melupakan, tapi sakit hati ga akan hilang
bahkan bisa semakin kuat ketika dalam rumahtangga memasuki masa jenuh.
3 September 2009 pukul 9:58 am
Betul mas wahyu.. Makin ingin dilupakann makin ingin ikhlas tapi malah sebaliknya… Wahai kaum hawa, jagalah betul keperawananmu demi kebahagian duniawi menuju akhirat.. Carilah ridho suamimu
24 Juni 2008 pukul 9:18 pm
subhanallah semua memang sulit tapi keiklasanlah yanga akan membaakita untuk menerima segala kekurangan pasangan kita yang lalu biarlah berlalu
18 Oktober 2008 pukul 10:19 am
bagaimana status mahram dari anak paman (keponakan) dari ayah?apakah boleh di nikahi/tidak?
13 November 2008 pukul 11:49 am
saya masih belum jelas dengan surat annur ayat 3 tersebut apakah harus diliat pada teks ayat itu saja yaitu laki2 baik haram menikah wanta yang pernah berzina ataukah melihat ayat2 lainnya tentang taubat? apakah wanita yang berzina dengan seorang pasangannya puluhan atau ratusan kali kemudian dia bertaubat dan keliatannya dia benar2 bertaubat boleh dinikahi oleh pria yang tidak pernah berzina? mohon penjelasan… makasih
29 Desember 2008 pukul 11:38 am
ketika seorang wanita telah hilang kesuciannya, apakah dia wajib mengatakannya kepada ikhwan yang akan menikahinya? sementara kesuciannya telah direnggut paksa oleh orang lain?
5 Januari 2009 pukul 3:35 pm
Saya mungkin senasib dengan kang wahyu, tapi selalu berusaha ikhlas dengan keadaan ini, karena sebelum menikah, istri saya terlebih dahulu telah berterus terang tentang keadaannya, dan saya yakin dia telah bertobat, lalu saya belajar memahami mengapa dia berbuat hal itu. Rasa kesal, sakit hati, bahkan dendam (dendam ttg gimana sih rasanya perawan?) adalah godaan, tapi sy sih selalu inget hidup toh nggak lama, mending kita sayangi aja istri saya itu, dan juga anak kami. Mudah2an kalimat dari artikel di atas bahwa semua ini bagi si suami menjadi berkah juga ujian, berhasil kita lalui dengan baik. Amin.
31 Januari 2009 pukul 11:52 am
Masalah yg timbul dari keadaan ini bukanlah enteng, karena sang wanita harus menjalani sisa hidup dgn rasa malu dan hina, terkadang ingin menyimpan sendiri dan hanya dia dan Allah yg tahu, tapi kata hati tdk dpat dipungkiri, karena kejujuran yg diberikan justru menyakitkan bagi sang suami. Apakah keperawanan merupakan jaminan untuk hidup bahagia?? tidak semua hal yang kita inginkan dapat tercapai, janganlah mengeluh, tetapi syukuri Nikmat-Nya. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik bagi hamba-Nya.
4 Februari 2009 pukul 9:20 pm
memang susah jadi perawan, tapi siapa yang tau kalau seandainya perempuannya yang akan ditinggali dan disakiti, dan siapa yang tau kalau nanti ada yang bisa nerima kita apa adanya tapi itu semua kembali dari dirinya kita sendiri dan juga mungkin itu jalan dari Allah SWT untuk memberikan kita jalan yang baik amien. tapi saya harap untuk semua perempuan yang pernah ditinggalkan sama pacarnya setelah diambil keperawanannya jangan sampai putus asa apalagi bunuh diri, dan juga jangan pernah putus asa apabila belum ada yang terima kita apa adanya. dan saya harap kita tetap menjalankan ibadahnya kita dan jangan lupa bertobat mudah2n Allah SWT memberikan jalan yang baik. amien. dan juga bagi laki2 yang mendapatkan perempuan yang sudah tidak perawan mudah2an kalian diberikan pahala yang lebih besar sama allah swt dan tolong jaga jangan sampai menyakiti hati perempuan itu dan jaga perasaannya dan tolong selalu bimbing istri2 kalian dijalan yang baik dan benar. amien
9 Februari 2009 pukul 5:28 pm
yen prawan di teruske, yen wis ra prawan di pegat ae. dari pada makan atiiiiiiii. soalnya vagina itu nikmat, dan penis itu mantap sich. ya tho, kaya artis-artis itu lho. bar ngicipi ngesex trus di pegat. WANITA YANG SUDAH TIDAK PERAWAN CENDERUNG INGIN MENIKAH DENGAN PRIA ALIM. SOALNYA PRIA ALIM GAMPANG MENGASIHANI. HATI-HATI- PARA PRIA ALIM
10 Februari 2009 pukul 3:54 pm
aku merasa hina telah melakukan perbuatan zina dan adakah laki2 yang mau menerima ku apa adanya,tapi kenapa dalam islam selalu wanita yang di tuntut untuk suci.rasanya tidak adil…karna di zaman sekarang ini,rasanya cuma bebrapa persen laki2 yang masih perjaka.
ya allah ampuni hamba dan tunjukkan lah jalan mu yang lurus.
26 Februari 2009 pukul 9:17 am
ada yg prnh tanya,suaminy msh prjaka g?
8 Maret 2009 pukul 3:34 am
wahh..kalau belum ikhlas berat, bisa menyesal nanti setelah menikah dan bisa menjadi persoalan dikemudian hari alias MENYESAL..
16 Maret 2009 pukul 1:01 am
Saya hanya mengingat kan terutama untuk yg jejaka, carilah istri yg perawan. Jangan anggap enteng hal ini, (sangat berat). Biarlah yg ngak perawan buat yg ngak jejaka. Memang perawan bukan jaminan kebahagiaan ,tapi perawan bagian penting dari kebahagiaan. Janganlah di anggab enteng hilangnya perawan akibat zinah . Kalau kita memberi anggapan biasa, memang memberi harapan bagi yg udah ngak perawan tp blm kawin, tapi meberi masukan atau seperti menyuruh anak adik kita untk berzina, karna sepeti tak ada hal.
18 Maret 2009 pukul 10:55 am
saya merasa kasihan kepada kaum lelaki yang mendapatkan seorang istri yang sudah tidak perawan lagi, karena seumur hidupnya tidak menikmati keperawan seorang wanita yang didambakannya sampai seumur hidupnya, dan saya mengharapkan kepada kaum lelaki dan kaum perempuan kalua lagi pacaran jangan melakukan suatu ciuman dan berpelukan serta berpengan tangan, maka dari itu ingatlah kepada Allah Swt dan berzikir sebanyak-banyaknya semoga kita dalam lindungannya dan di jauhkan dari perbuatan zina amin
18 Maret 2009 pukul 11:05 am
makanya kalau jadi wanita jangan lenje dan pamer auratnya didepan lelaki
21 Maret 2009 pukul 12:54 am
“Untuk difikirkan bagi yang belum menikah”
Saya seorang laki-laki yang menikahi gadis yang sudah tidak perawan. Memang benar, keperawanan adalah penting karena berhubungan dengan salah satu faktor keharmonisan hubungan Suami-Istri.
Kesimpulan saya adalah : wanita yang telah menikmati hubungan intim sebelum nikah akan terganggu jiwanya.
Coba baca pengakuan wanita-wanita diatas, kebanyakan adalah rasa penyesalan. Penyesalan ini dapat mempengaruhi hubungan dengan suaminya. Dengan beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1. Tidak bergairah lagi untuk melakukan aktivitas sex, karena dibayangi oleh rasa berdosa dengan kejadian masa lalunya yang mengakibatkan benci dengan hubungan sex. Anda bisa bayangkan apa perasaan suaminya?
2. Jika wanitanya mempunyai nafsu sex yang tinggi, dan apabila suaminya tidak bisa memberikan kepuasan, ada kemungkinan wanita tersebut membandingan dengan kekasihnya yang dulu walaupun dia menyesal melakukannya, sehingga timbul perasaan yang berlainan di jiwanya. Anda bisa bayangkan apa kejadian berikutnya ?
Sudah jelas Rosullulloh mengingatkan kita : “Kenapa kamu tidak memilih yang masih perawan? karena kamu dan dia akan saling bercumbu” (mesra).
Nasihat itu logis : karena tidak ada masa lalu yang suram. Manusia tidak bisa menghilangkan sejarah. Sejarah adalah kejadian masa lampau yang mempunyai nilai.
Hari kiamat adalah hari perhitungan pahala dan dosa terhadap apa yang telah kita lakukan di masa lampau (dunia)
Nasihat/tausiah saya:
1. Terhadap diri saya sendiri adalah. Ini cobaan dan saya harus bersabar, semoga Allah memberikan yang terbaik di dunia dan akhirat.
2. Untuk bujang dan gadis yang sekarang pacaran: tolong berhenti berpacaran, segera menikah jika belum sanggup tidak usah berpacaran, cari uang dan segera menikah.
3. Jika kalian pacaran dan telah pernah melakukan hubungan intim, segeralah bertobat, segera menikah dan harus siap menanggung hukuman yang bisa terjadi didunia ini contohnya : Gagalnya nikah dengan dengan pasangan anda tersebut, punya anak yang cacat, kesulitan ekonomi, etc. Yang semuanya harus dihadapi dengan kesabaran.
26 Maret 2009 pukul 5:29 am
Saya seorang lelaki yang 100% masih perjaka. Saya tidak lama lagi akan menikah tetapi pacar saya sudah tidak perawan lagi akibat perbuatan zina. Yang saya tanyakan, bagaimanakah caranya untuk mengetahui penyesalan yang di lakukan calon istri saya?
2 April 2009 pukul 12:21 pm
aku dan dia pacaran di dunia maya..
hanya lewat telfon.. karena kami jauh..kmi tidak pernah bertemu..
dan itu terjadi selama setahun..
suatu ketika dia datang ke tempatku..
kekota ku..
dia bilang dia lakukan itu karena ingin membuktikan cintanya padaku.
aku bahagia bgt karna dia mau jauh2 datang menemuiku..
aku merasa dia benar2 sayang padaku..
dan satu minggu kmi habiskan bersama.
suatu saat ketika kmi di wisma.. dia minta itu padaku..
jujur sebenarnya dia minta itu sudah lama pada saat kmi msh berhub lwt tlpon.
dan ga tau knapa, ntah setan apa yg membujukku shga aku mau melakukannya…
dan terjadilah semuanya..
dia sudah dapatkan keperawananku..
setelah satu minggu, dia kembali k kotanya..
dan baru 1 minggu setelah kepergiannya .. di memutuskanku..
dia pacaran ma perempuan lain disana.
dan dia tinggalkan aku begitu aja.
aku udah mati2an minta pertanggungjawabannya.. sampai2 aku menelfon dan mengirim surat kpd orang tuanya..
dan ternyata.. pria yang telah merenggut kesucianku itu akan tunangan dengan wanita lain..
hatiku hancur..
aku ga tau apa yg harus aku lakukan.
dia jauh disana dan aku ga bs lg berbuat apa2..
mau ga mau aku harus terima semua kenyataan ini..
kenyataan dimana aku sudah tidak perawan lagi..
dan kenyataan bahwa dia telah meninggalakanku..
sungguh penyesalan amat besar yg ada dihatiku..
aku mnyesal telah melakukan perbuatan hina itu..
kini aku hanya bs memohon ampun kepadaNya dan smoga ALLAH SWT memberiku suami yg bs nerima aku apa adanya seperti ini..
amien..
kepada seluruh wanita didunia..
pesanku.. jangan pernah mudah percaya pada omongan laki2..
karena sebagian besar lelaki akan membuangmu ketika dia telah dapatkan apa yg dia mau..
jadikanlah pengalamanku ini sebagai pesan buat kalian..
agar kalian tidak bernasib sama dgn ku..
28 April 2009 pukul 6:49 pm
Apakah seorang wanita harus periksa ke dokter lbh dulu sblm mnikah akn kondisi selaput daranya bt memastikan sdh robek atw blm ?krna pd mlm prtama bs jadi TIDAK mengeluarkan darah spti yg sy alami pdhl sy yakin blm prnah brhubungan dg seorag lelaki sblmnya??
4 Juni 2009 pukul 2:22 pm
hmm maaf.. cuma mau cinfo dikit bahwa para perawanan belum tentu murni perawan. Kalian lupa bahwa ada banyak cara melakukan hubungan tanpa harus kehilangan keperawanan seperti (maaf) peting dll… jadi mari dinilai lebih arif dalam hal ini…..
menurut anda semua, lebih baik mana.. wanita yang bertobat meskipun dia sudah tidak perawan dan bisa menjadi istri yang baik dengan dukungan penuh dari suami atau perawan yang tidak murni perawan tapi act as if she is still virgin? ..
tidak ada yang menyalahkan setiap pendapat.. tapi saya rasa cinta lebih tinggi nilainya dari sebuah keperawanan..perawan tidak berarti belum pernah having sex before right? tapi cinta = menerima sebuah kejujuran dengan makna yang sebenarnya …
6 Juli 2009 pukul 4:08 pm
Kita waktu kecil tdk pernah berharap tuk mendapatkan istri tdk perawan, tapi takdir telah menjadikan kita berpasangan jadi suami istri. Memang sangat berat, bayang2 akan selalu ada: sakit hati, tdk rela dll. tapi mudah2an itu sudah kehendak Allah SWT. Allah telah berpercaya kepada kita tuk membimbing istri kita. semoga perjuangan ini mendapat ridho dan keikhlasan dari Allah SWT. InsyaAllah. Amin
10 Juli 2009 pukul 4:11 pm
Istri Ga Perawan… Astaghfirullah Naudzubilah mindzalik…iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut…
21 Juli 2009 pukul 9:44 am
bukan hal yg mudah bagi seorang wanita yg sudah tdk perawan utk menanggungkan hidupnya sendirian meski kadang terlintas keinginan itu utk tdk usah menikah saja selamanya. sederhana sebenarnya yg didambakan: lelaki saleh yg mau mengerti, menerima keadaannya trmasuk taubatnya, menjaga dan melindunginya sepenuh jiwa termasuk menjaga aibnya, serta membimbingnya ke jalan Allah. namun adakah yg spt itu? memang tak mudah pula bagi lelakinya, tp apakah membiarkan wanita2 itu utk terus hidup sendirian dan berpotensi kembali ke kubangan dosa itu lebih baik?
23 Juli 2009 pukul 9:14 pm
tolong buat mas YAHUDI bisa jaga kata-katanya…….. sungguh mas YAHUDI bukan orang yang baik…… dari kata-katanya mencerminkan mas YAHUDI adalah orang tidak pernah sekolah itu mungkin, tidak pernah belajar sopan santun, aau mungkin orang tua dan guru mas YAHUDI tidak pernah mengajarkan… sungguh saya teramat kasihan untuk mas YAHUDI dan mengucapkan NAUUDZUBILLAHIMINZALIK…
UNTUK PARA JEJAKA DAN PERAWAN tolong terus berjuang untuk menjaga kesucian dan dekatkan diri pada ALLAH
UNTUK YANG TIDAK JEJAKAN DAN PERAWAN tolong cepat bertaubat, mohon ampun… dan mulai hidup dengan baik… jika sudah punya pasangan segeralah menikah tapi kjika sudah putus……. jangan terus difikirkan yang penting bertaubat dan terus memperbaiki diri. ingat Allah akan berikan sesuatu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. biar waktu yang akan menjawab…..
23 Juli 2009 pukul 9:18 pm
jika kita selalu menyesali masa lalu kita… tanpa mau bertaubat dan juga selalu mengkhawatirkan masa depan kita……… ingatlah kita tidak akan punya hari ini untuk kita syukuri… jadi bertaubatlah dan songsong masa depan……
SEMANGAT YUUAAA… A-ZZA…..
24 Agustus 2009 pukul 1:46 pm
Ya Allah.. Ya Rohman Ya Rokhim semoga slalu diberi kesabaran dan ketabahan tiada tara dan smoga dijadikan hamba ini orang yang ikhlas dan ridho menerima istri yang telah ditentukan Allah SWT. mudah-mudah kelak di akherat Allah SWT memberi kenikmatan yang lebih atas perjuangannya menolong wanita yang telah didzalimi. Amin …Subhanallah.
25 Agustus 2009 pukul 1:45 pm
bagaimana kalau memang pria nya sudah mau bertanggung jawab , tapi niat baik nya di tolak oleh orang tua wanita (orang tua tidak tau masalah nya) ???
12 September 2009 pukul 1:03 pm
Saya mau cerita, Saya punya pacar dan sekarang menjadi tunangan saya, sebenernya padasaat pacaran saya sudah tahu bahwa dia sudah tidak perawan, sementara saya sendiri juga sudah tidak perjaka, awalnya saya mengira dapat menerima hal ini, ternyata kenyataanya sulit.
masalah yang saya hadapi adalah, bagaimana jika kedua orang tua saya tahu kalau tunangan ku sudah tidak perawan, lalu apakah yang harus saya lakukan apabila ortu saya memutuskan untuk tidak melanjutkanya lagi??
apa yang harus saya sampaikan pada orangtua tunangan sya untuk memutuskan pertunangan ini..
Percayalah, ini berat bagi saya, untuk menerimanya bahwa dia tidak perawan lagii.
18 September 2009 pukul 2:20 pm
aku ccowk 24 th & masih perjaka, pernah punya pacar yang tidak perawan.. slalau ku coba untuk terima keadaan dia… dia bilang ingin berubah setelah mengenalku ,tp dia tidak menunjukkan untuk bertobat dan masih banyak hal yang membuat jalan kami g searah…dan akhirnya saya pergi dari kehidupannya…
semoga dia dapatkan pembibing yang jauh lebih baik dari ku…
dan SEMOGA 4JJI SELALAU MENUNJUKKAN JALAN BAGI HAMBANYA YANG SABAR DAN TAK KENAL PUTUS ASA……